Seorang perempuan pemberani berparas cantik, yang lahir tanpa orang tua dan sukses. Kamu sangat keren, semua kerabat yang mengenal dirimu, mereka iri padamu. Kamu yang dielu-elukan selalu dimana pun kamu berada. Kamu yang diidamkan setiap pria yang melihat dirimu.

Belakangan ini dirimu sedang dilanda galau, sedang bingung. Kamu sudah lama tidak merasakan penderitaan. Sudah lama kamu merasakan kesenangan ini. Kesenangan yang kamu capai setengah mati selama 25 tahun. Setelah semua impian telah kamu capai, kamu sekarang bingung sekali.

Kira-kira, apa lagi yang ingin aku lakukan ya? Pikirmu sangat keras. Bukannya lelah dan istirahat, kamu malah tidak bisa berhenti membuat karya. Membuat orang-orang di sekitar mengaggumi dirimu. Kamu sering menjadi pembicara di acara-acara motivasi. Bercerita bagaimana dirimu menempuh semuanya. Dengan kata-kata motivasi yang sudah sangat sering kamu gunakan di banyak acara.

Terus lah berkarya, pada akhirnya itu semua akan menjadi maha karya.

Kebanyakan audien yang kamu berikan ucapan seperti itu tidak mengerti. Pasti setelah selesai sesi bicara, akan ada pertanyaan maksud dari kata-katamu tersebut. Namun itu lah yang kamu inginkan, pertanyaan itu yang kamu nanti-nanti.

Sengaja kamu menyisipkan kalimat tersebut di setiap acara yang kamu hadiri. Dengan begitu kamu bisa menjelaskan lebih lanjut, dengan begitu pasti ada yang bertanya. Karena juga, kamu bosan mendapatkan pertanyaan yang itu-itu saja. Maka kamu buat sendiri kalimat pemancing pertanyaan agar kamu bisa menjawabnya dengan barbagai jawaban yang berbeda.

Namun, belakangan ini kamu tidak lagi menggunakan kalimat tersebut. Mungkin, kamu juga kehabisan jawaban. Alih-alih menggunakan jawaban sebelumnya, kamu lebih baik tidak melontarkan kalimat tersebut. Sering kali belakangan ini, kamu terpaksa tersenyum saat mengisi sesi motivasi.

Ternyata, seniman bisa kebingungan juga ya. Aku yang orang biasa, tak habis pikir memikirkan pikiran orang lain yang kehabisan pikir. Pikirmu, ini semua tidak melelahkan? Aku, kamu, semua orang, terjebak dalam paradoks hidup.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *