Bercerita adalah salah satu wadah penyampaian pesan. Pesan tersebut bisa disampaikan dengan berbagai cara. Ntah melalui virtual maupun non-virtual. Bercerita bisa berupa lelucon, kesedihan, kebanggaan, keilmuan, dan sebagainya.

Namun, apakah orang yang tak terbiasa bercerita dapat melakukan hal tersebut? Jawabannya tidak  mutlak. Mereka bisa saja bercerita dengan orang yang telah dipercayainya atau meredamkannya secara individualis.

Manusia dilahirkan secara sempurna. Namun mereka memiliki cara masing-masing untuk mengatasi konflik sosial. Konflik sosial adalah konflik yang sangat tajam di hidup ini. Berdirinya suatu politik, ekonomi, dan budaya akan selalu berawal melalui sosial, yaitu komunikasi.

Gabby akan merasakan tidak stabil ketika  melakukan kesalahan. Lalu mereka memulai dengan matanya seperti batu yang sedang bersinar. Seolah-olah mereka akan segera menghakiminya. Dan ia merasakan ketakutan dan bingung. Menunggu mereka apa  yang akan bicarakan.

Apakah aku hanya sebuah abu? Atau apakah aku sebuah sinar? Who decides? Mereka membuatku merasa lamban dalam bertindak suatu kebenaran. Kekang dan aneh, rasanya.

Hentakan kakinya yang menuju kelas dan putaran music beatnya membuat harinya mulai terasa baru. Memakai semua brand favorite merasa aura sesungguhnya telah keluar. Ruang yang telah diberikan membuat rencananya berjalan dengan idealis.

Lambaian tangan yang berada di udara telah menyingkirkan masa kelamnya. Tidak ada kejadian kedua kalinya yang akan membuatnya terpuruk. Gabby datang untuk memulai menghidupkan suatu kehidupannya dengan dinamit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *