Kelompok etnis di Indonesia sangat beragam jumlahnya. Etnis di Indonesia dapat dilihat melalui sensus penduduk. Terdapat delapan kelompok etnis besar di Indonesia, antara lain: Sunda, Madura, Minangkabau, Betawi, Bugis, Banten, Banjar dan Jawa. Etnis Jawa mendominasi etnis di beberapa wilayah Indonesia.  Dalam interaksi sosial, etnisitas tak terlepas dari suatu pandangan, dimensi, pola, hingga konflik.

Pandangan Etnisitas

  • Pandangan Primordalis adalah, sesuatu yang inheren dalam diri manusia dan saling tumpang tindih yang dapat menimbulkan pertikaian diantara yang berbeda.
  • Pandangan Instrumentalis, menganggap etnisitas sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu, biasanya bersifat materiil.
  • Pandangan Konstruktivis, memandang etnisitas sebagai sesuatu yang positif dan dapat digunakan untuk membentuk jaringan atau relasi dalam pergaulan.

Dimensi Etnisitas

  • Identitas yang ditentukan oleh diri sendiri,

Seseorang mengidentifikasikan diri dengan perasaan akan adanya persamaan, seperti persamaan keturunan, tradisi, budaya, bahasa serta sejarah. 

  • Identitas yang ditentukan oleh orang lain,

Identitias tersebut berdasarkan ciri-ciri fisik yang terlihat. Contohnya, ketika kita melihat seseorang yang berwajah oriental lalu kita berasumsi bahwa orang tersebut adalah orang keturunan Cina.

  • Identitas yang ditentukan oleh negara,

Hal ini bertujuan untuk untuk menentukan kelompok etnis dominan sebagai pembentuk sebuah negara dan penuh dengan unsur politik.

Pola Hubungan antar Etnis

  • Masa Kolonial.

Masa kolonial ini menjadi titik penting karena berbagai macam kelompok etnik yang ada dan tinggal di wilayah jajahan pasti berinteraksi dengan Pemerintah Kolonial Belanda.

  • Masa Pasca Kolonial.

Dampak dari masa kolonial masih terlihat jelas seperti kebijakan pemerintah yang tidak menetapkan kelompok etnis Cina sebagai bagian negara Indonesia. Gerakan nasionalis yang memperoleh kemenangan langsung menggantikan orang-orang Belanda di bidang pemerintahan dan politik, bahkan para pengusaha Eropa juga digantikan orang Indonesia. Akan tetapi, tetap tidak ada perubahan pada kelompok Cina.

  • Masa Reformasi.

Pada masa ini pemerintah berperan dalam mengatur hubungan antar etnik. Perubahan peta politik dan kebijakan publik dijadikan dasar yang krusial dalam menganalisa pola hubungan antar etnis Indonesia yang ada.

Konfliktual Etnisitas

Sebuah faktor penting yang harus diperhatikan dalam kelompok etnik adalah ketika hubungan konfliktual dalam kelompok terjadi. Hubungan konfliktual terjadi ketikda kelompok etnis yang saling berinteraksi tidak memiliki tujuan yang sama. Dalam hal ini, konflik dapat dilihat sebagai sesuatu yang fungsional, yaitu sebagai strategi guna menghilangkan unsur-unsur disintegrasi yang tidak sempurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *