Kamis, 21 Oktober 2018. Jarum jam menunjukkan arah Barat yang menandakan giliran kelas utas yang akan menjadi didikannya, Saphira. Profesinya bukan seorang guru melainkan siswa biasa. Ironinya, sebuah prestasi yang sangat menguasai pelajaran telah menjadi kepercayaan bagi beberapa guru untuk menggantikannya.

“Halo, bisa dimulai ya?” Saphira membuka kelas ini dengan senyuman yang sangat tajam. Tak heran jika banyak orang yang segan padanya. Pembawaannya begitu dingin. Keistimewaannya membuat banyak siswa yang ingin menjadi dirinya. Tapi itu mustahil. “Ini adalah pelajaran yang sangat mudah. Hal yang menyulitkan adalah pikiranmu sendiri.”

Saphira terkenal memiliki bahasa yang sulit dimengerti. Bahkan aku mengira hanya kaum seperti aku yang tidak mengerti levelnya. Tak kerasa, pelajaran begitu berlangsung dan udah 3 bagian dihajar habis olehnya. Cukup mudah dan jelas, tidak ada bertele-tele. Ini adalah guru yang didambakan.

Huh aku lapar. Pelajaran tadi sangat menguras kinerja otakku, aku perlu sebungkus nasi berisi kornet saus merah. Tapi, saat aku menuju ke kantin, tidak sengaja aku melihat Saphira sedang duduk bersama temannya. Aku ga menyangka dia siswa yang ansos dan tidak mempedulikan sifat temannya yang abstrak itu. Saat itu aku mengira dia adalah seorang introvert. Ah sudahlah, hari ini aku terlalu lelah.

Hari pun telah berganti. Sayangnya aku tidak ada kelas yang dia ajar lagi. Padahal aku menanti-nantikannya. Hm, angin pun membawa suasanaku. Tak sengaja aku melihat Saphira sedang duduk di depan kelasnya dan tertawa-tawa bersama temannya. Bahkan selama aku lihat, dia selalu membuat topik, seperti manusia yang sangat bawel. Ini membuatku bingung. Saat itu aku mengira dia siswa yang ekstrover.

“Hei, kumel! logical fallacymu membuang waktumu sia-sia.” Aku pun terkaget mendengar arah suara itu dari samping belakang, “Lo gak ingat perkataan asgur kemarin? Yang nyusahin masalah tuh cuma otak lo doang tapi gada tindakan. Ah payah observasi konyol.” Sial. cewe berambut kuda ini membelakangiku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *