Waffle atau pizza adalah pilihan yang sulit untuk memenuhi keinginan ku saat ini. Restaurant berkonsep vintage ini memang pilihan yang tepat jika aku memakan pizza ekstra oregano dengan keju yang sangat melting. Italian memang mempunyai ciri khas dalam memadukan pizza. Apalagi doughnya yang tipis, gurih, dan crispy. Wahh, gak bisa kebayang bila ditambah black olive.

Tapi tujuan utamaku ke sini, kan.. membeli waffle yang diselimuti oleh maple syrup dan taburan blueberry utuh. Ah, daya tarik pemasaran ini sangat kental agar para pengunjung membeli harga termahal. Sehingga dapat menyingkiri tujuan utamaku. Apa harus aku membeli keduanya? Sial, mau makan aja harus berhadapan dengan dunia perpolitikan singkat dulu.

Oh iya, mamaku hari ini pulang cepat dari kantornya. Mungkin dia akan senang bila di meja makan tersaji seloyang pizza. Tapi mungkin rasanya tidak seenak selagi hangat. Atau aku… membungkuskan waffle saja? Benar, waffle adalah pilihan yang tepat.

“Pelayan?” Huh, memakan waktu 7 menit untuk menentukan makanan malam ini. Pelayan yang sedang berdiri di belakang sejak tadi pasti sedang bergumam. Alah apaan si ini, memikirkan sesuatu yang tidak penting.

Baiklah pelayan itu telah datang dengan kostum ala vintage yang memberi suasana kehangatan. Gak hanya itu, pasti aturan karyawan di restaurant ini sangat fleksibel dan terarah. Gak heran, sih, jika servicenya sangat memuaskan. Astaga, aku sampai lupa untuk memilih minumannya. “Anyway, aku tambah minumannya yang peppermint tea, ya.”

Untuk menunggu beberapa menit kemudian, tak luput aku akan menggenggam ponselku. Melihat email, whatsapp, dan hal penting lainnya. Mendengarkan musik sesuai seleraku akan menambahkan suasana hatiku saat ini. Tapi kayanya gak mungkin jika aku harus memutarkan sebuah lagu DJ.

Aku harus menyelaraskannya dengan lagu yang tenang tapi tetap yaaa tidak ada nada rendah. Ngerti kan, ya? Oh wait! Ada lantunan biola dari arah sana. Aku tidak perlu repot-repot untuk memutarkan sebuah lagu dari ponselku, itu akan memakan batteryku saja.

My Boyfriend is Come

“hello?” banyak sekali drama hari ini. Padahal aku sedang tidak menonton series drama korea semalam. Bukan cuma suara biola saja yang terdengar. Suara bass lelaki ini juga terdengar dari arah belakang kursiku. “Siapa si? Ganggu aja” sejenak aku menengoknya.

“Kenapa si, jutek banget?” ternyata dia pacarku. Pacar yang sangat penyabar, penyayang, dan segala halnya, deh. “Itu namanya antisipasi perempuan.” Seperti biasa, setelah pulang kantor dia akan selalu menemuiku di malam hari dan mengantarkanku pulang.

Malam ini adalah malam yang romantis. Suasana yang sepi dan ditemani oleh lantunan biola. Padahal kami tidak merencanakannya. Beberapa detik kemudian pun pesanananku datang. Memilih pizza adalah pilihan yang tepat karena dapat dimakan berdua. Tapi.. ups, aku hanya memesan satu minuman. “Eh jelek, panggil pelayan. Pesan minumanmu sekarang.”

“Kamu aja, pesan kesukaan aku yaa.. sayang.” Astaga lelaki ini males banget. Kesukaan dia adalah kopi. Ya gitu, deh. Dimana mana kopi. Tapi kopinya bukan yang kaleng-kaleng. Dasar dia.

Semua pesanan telah datang. Kami pun menyatapinya dengan rasa kelaparan dan kelelahan. Karena kami telah menghabiskan energy di siang hari. Dia adalah rumahku. Rumahku adalah dia. Dimana kami kelelahan, dimana kami sedang bahagia, dimana kami sedang sedih, kami akan selalu kembali.

Mom Comes

Okay, I am homeeyyy.. Aku akan menyajikan pesananku yang dibungkus tadi. Waffle! Yap benar, aku akan pindahkannya ke piring putih cantik itu yang disertai pisau dan garpu dann… yah, got it! Aku akan membuatkan minuman segar. Berries Juice, itu adalah kesukaan mamaku..

Hurry up, aku hanya memiliki waktu 10 menit dari sekarang. Aku mengambilkannya blender, buah berries dan madu yang berada di kulkas, apa lagi ya? Es dan air! Baiklah, hal yang menyenangkan di dapur ini.

Suara mobil terdengar dari arah depan. Aku sudah siap platting. Okay, ini penampilan yang sangat cantik persis dirinya. Pasti dia akan senang.

“Hei,  halo ma! Ini tadi aku belikan waffle blueberry dan aku buatkan jus kesukaan mama, semoga suka dan senang ya!” wajah mama yang berseri itu terlihat senang. Dia mengucapkan terima kasih yang sangat tulus. Aku senang melihat mama tersenyum. Bon appétit, ma!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *