Kebanyakan dari kita, tak terkecuali kamu pasti pernah berangan-angan bisa terbang laksana burung. Takukah kamu jika burung memang terbang dengan sayap namun tanpa bulu ekor, mengangkasa akan sulit baginya. Mengapa begitu? Lalu apa fungsi ekor burung selain keindahan bulu-bulunya?

Ekor burung laksana kemudi

Ketahuilah bahwa ekor faktanya adalah bagian tak terpisahkan dari proses terbang burung. Bilamana sayap burung menciptakan daya angkat ke atas, apa fungsi ekor? Kamu perlu tahu bahwa bulu ekor burung bisa dianalogikan sebagai kemudi kapal terbang.

Fungsi ekor burung akan membantu mengarahkan atau melakukan manuver ketika terbang. Juga menghasilkan stabilitas ketika burung tinggal landas atau melakukan pendaratan. Saat burung memutar ekor ketika terbang maka ia bisa merubah arah terbang di udara.

Sementara bila burung ingin memperlambat kecepatan terbang maka ekornya membuka dan melebar ke bawah untuk menciptakan efek pengereman. Fungsi ekor burung pun mendukung stabilitas saat bertengger di dahan pohon.

Saat di dahan dan ia ingin terbang maka cukup dengan menghentakkan bulu ekor yang terbuka ke belakang untuk menghasilkan gaya angkat sekaligus memberikan keseimbangan ekstra.

Ekor burung tersusun atas bagian yang menjadi semacam poros tengah ditambah baling-baling dari bulu-bulu yang saling bertautan. Bulu ekor burung sangat ringan namun kaku dan didesain guna mendorong udara agar bisa menghasilkan daya angkat.

Burung pun bisa memanfaatkan bulu ekornya tersebut dalam usaha mengangkat tubuh mereka ataupun menyesuaikan ketinggian, sebagaimana dengan kemudi pesawat terbang.

Baca juga: 6 Tahap Perkembangan Kota dan Penjelasannya

Ekor untuk penahan dan bernyanyi

Ekor burung juga punya kegunaan khusus lainnya sesuai jenis burung. Burung pelatuk misalnya, punya ekor yang cukup kaku sehingga bisa menyokongnya menahan diri ke batang pohon. Lain lagi dengan burung merak dan burung nuri yang punya ekor besar dengan bulu aneka warna yang lebih banyak difungsikan menarik perhatian pasangan.

Yang aneh lagi adalah burung kolibri, para peneliti membuktikan jika ekor yang dimiliki itu hanya untuk “bernyanyi”. Jadi prosesnya, udara mengalir lewat bulu ekor yang akan menghasilkan bunyi yang dipicu kepakannya. Ini seperti ketika kamu meniup selembar rumput sehingga menciptakan suara siulan.

Nyanyian ekor burung yang dinamakan flutter aeroelastik tersebut berguna bagi kolibri jantan menarik perhatian sang betina. Jadi fungsi ekor burung tak melulu membantunya terbang, bagian ini pun berjasa dalam mencari pasangan yang tepat.

Sayap delta

Belum lama ini, kalangan ilmuwan dari University of Stirling menemukan bukti jika ekor burung bisa berfungsi layaknya sayap-delta atau delta wing.  Namun itu cuma untuk sebagian situasi saja terutama saat sudut serangan (angle of attack) kurang dari 20 derajat dengan ekor menyebar kurang dari 60 derajat.

Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa fungsi ekor burung itu bermacam-macam. Ekor tak sekedar ada sebagai hiasan saja, dan bahkan burung merak yang terkenal dengan ekornya yang indah pun bisa terbang meski untuk jarak yang pendek. Yang jelas, burung akan lebih sulit mengendalikan arah terbang bila mereka tak memiliki ekor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *