Aji Reza M. Lifelong learner.

Kebijakan Fiskal

2 min read

kebijakan fiskal

Kebijakan fiskal di Indonesia merujuk pada kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mengarahkan ekonomi Indonesia lewat pengeluaran serta pendapatan pemerintah. Lantas, dari sini lah muncul pertanyaan mengenai perbedaan kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter.

Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pihak pemerintah guna mengelola dan mengarahkan kondisi perekonomian ke arah yang lebih baik dan atau yang diinginkan dengan cara mengubah atau memperbarui penerimaan dan pengeluaran pemerintah, saalah satu hal yang ditonjolkan dari kebijakan fiskal ini adalah pengendalian pengeluaran dan penerimaan pemerintahan atau negara.

Pengertian Kebijakan Fiskal

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), fiskal berkaitan dengan urusan pajak atau pendapatan negara. Secara etimologi kata fiskal sendiri berasal dari Bahasa Latin, fiscus yaitu nama seorang pemegang kuasa atas keuangan pertama pada zaman Romawi kuno. Secara harfiah artinya keranjang atau tas.  Adapun kata fisc dalam bahasa Inggris berarti pembendaharaan atau pengaturan keluar masuknya uang dalam kerajaan.

Jadi, fiskal digunakan untuk menjelaskan bentuk pendapatan Negara atau kerajaan yang dikumpulkan dari masyarakat dan oleh pemerintahan Negara atau kerajaan dianggap sebagai pendapatan lalu digunakan sebagai pengeluaran dengan program-program untuk menghasilkan pencapaian terhadap pendapatan nasional, produksi dan perekonomian serta digunakan pula sebagai perangkat keseimbangan dalam perekonomian.

Baca juga Bank Sentral

Tujuan Kebijakan Fiskal

Tujuan utama dikeluarkannya kebijakan fiskal adalah untuk menentukan arah, tujuan, sasaran dan prioritas pembangunan nasional serta pertumbuhan perekonomian negara. Adapun tujuan-tujuan dikeluarkannya kebijakan fiskal adalah sebagai berikut:

  • Mencapai kestabilan perekonomian nasional.
  • Memacu pertumbuhan ekonomi.
  • Mendorong laju investasi.
  • Membuka kesempatan kerja yang luas.
  • Mewujudkan keadilan sosial.
  • Sebagai wujud pemerataan dan pendistribusian pendapatan.
  • Mengurangi pengangguran.
  • Menjaga stabilitas harga barang dan jasa agar terhindar dari inflasi.

Komponen Penentu Kebijakan Fiskal

Terdapat dua komponen penentu kebijakan fiskal yaitu;

  1. Pendapatan negara (pajak) sebagai komponen penyusun kebijakan fiskal. Pendapatan negara sebagai komponen penyusun kebijakan fiskal karena sebagai sumber pembangunan, bersifat memaksa dan tercantum dalam konstitusi.
  2. Pengeluaran negara atau APBN yang merupakan kumpulan berbagai pengeluaran negara. instrumen APBN terdiri dari pembangunan infrastruktur, pembangunan fasilitas umum, hingga biaya operasional pemerintah.

Macam-Macam Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal dibagi menjadi dua, yaitu menurut segi teori dan menurut jumlah penerimaan dan pengeluaran. Simak penjelasannya di bawah ini.

Berdasarkan Teori

Kebijakan fiskal dari segi teori adalah bagaimana kebijakan itu bagaimana dilihat secara non-praktis. Adapun macam-macam kebijakan fiskal dari segi teori yaitu:

Kebijakan Fungsional

Merupakan kebijakan untuk pertimbangan pengeluaran anggaran dan penambahan kesempatan kerja yang dilakukan oleh pemerintah karena akibat tidak langsung dari pendapatan nasional.

Kebijakan Disengaja

Merupakan kebijakan fiskal yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang sedang dihadapi dengan cara memanipulasi anggaran belanja secara sengaja, baik melalui perubahan perpajakan maupun perubahan pengeluaran pemerintah. Ada tiga bentuk dari macam kebijakan fiskal ini, yaitu:

  1. Membuat perubahan pada pengeluaran pemerintah
  2. Membuat perubahan pada sistem pemungutan pajak
  3. Membuat perubahan secara serentak baik pada pengelolaan pemerintah maupun sistem pemungutan pajak

Baca juga Inflasi

Kebijakan Tak Disengaja

Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengendalikan kecepatan siklus bisnis supaya tidak terlalu fluktuatif. Dalam kondisi depresi, kebijakan ini dimaksudkan untuk menambah aktivitas kegiatan ekonomi yang terjadi. Sedangkan dalam keadaan inflasi, kebijakan ini akan mengurangi aktivitas tersebut. Jenis penstabil otomatis atau kebijakan fiskal tak disengaja yaitu pajak proporsional, pajak progresif, kebijakan harga minimum, asuransi pengangguran.

Berdasarkan Jumlah Penerimaan dan Pengeluaran

Kebijakan Fiskal Seimbang

Kebijakan fiskal seimbang merupakan kebijakan yang membuat antara penerimaan dan pengeluaran menjadi sama jumlahnya. Salah satu kelebihan dari  kebijakan fiskal seimbang yaitu Negara tidak perlu meminjam dana dari pihak dalam Negeri atau luar Negeri. Sedangkan kelemahannya, kondisi perekonomian akan menjadi terpuruk apabila keadaan perekonomian negara dalam kondisi tidak menguntungkan.

Kebijakan Fiskal Surplus

Kebijakan fiskal surplus merupakan  kebijakan yang mana jumlah pendapatan harus sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pengeluaran. Kebijakan fiskal ini merupakan cara untuk menghindari inflasi.

Kebijakan Fiskal Defisit

Kebijakan fiskal defisit yaitu kebijakan yang berlawanan dengan kebijakan surplus. Berarti jumlah pendapatan lebih rendah dari jumlah  pengeluaran. Beberapa kelebihan dari kebijakan fiskal ini adalah bisa mengatasi kelesuan dan depresi pertumbuhan perekonomian. Sedangkan untuk kekurangannya adalah anggaran negara selalu dalam keadaan kekurangan.

Kebijakan Fiskal Dinamis

Kebijakan fiskal dinamis merupakan suatu kebijakan yang mirip dengan kebijakan fiskal seimbang namun dengan ditambah improvisasi yaitu sama besar jumlahnya tetapi seiringnya waktu kedua-duanya akan bertambah besarnya. Kegunaan dari kebijakan ini adalah menyediakan pendapatan yang bisa untuk memenuhi kebutuhan pemerintah yang bertambah seiring berjalannya waktu.

Aji Reza M. Lifelong learner.

Penyimpangan Sosial

Aji Reza M.
3 min read

Pasar dalam Perekonomian

Aji Reza M.
3 min read

Budaya Flores

hildapohan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *