Kisah Pohon Tua

Pohon tua itu punya banyak kisah. Umurnya setara dengan kemerdekaan Indonesia, 75 tahun. Pohon tua itu adalah saksi bisu sejarah yang terjadi di sekitar. Pohon tua itu juga adalah pelaku sejarah.

Ia memberikan kesejukan sekitarnya. Menjadi tempat berteduh bagi manusia. Tempat bersandar ketika lelah. Tempat hidupnya tupai-tupai dan bertenggernya burung beserta sarang dan anak-anaknya.

Belum lagi serangga kecil yang jumlahnya tak terhitung semenjak tumbuhnya pohon tua itu. Menciptakan ekosistem kecil, memberikan kehidupan di sekeliling.

Pohon tua itu tidak selalu bahagia. Kadang ada yang melukainya, disengaja maupun tidak. Tertabrak kendaraan, digores oleh bocah, dicabuti daunnya, dijadikan tempat sampah, tempat dibuangnya air (bukan kotoran).

Kadang jika sudah terlalu lebat, pohon tua itu dipangkas daunnya karena terlalu menutupi papan reklame yang ada di sana.

Setiap minggunya poster yang ditempel di pohon tua itu berganti, Sedot WC, Badut Ulang Tahun, bahkan poster nakal pun pernah menempel di pohon tua itu.

Misinya hanya satu, terus tumbuh dan bermanfaat. Pohon tua itu tahu hidup akan memperlakukannya seperti apa. Pohon tua itu tahu bagaimana menanggapi itu semua, menangani itu semua.

Filosofi pohon, tetap tumbuh walau banyak rintangan, menyerap yang ada dan menciptakan beraneka ragam, selalu berenergi positif hingga mati.

Nantinya, pohon tua itu akan dikenang dengan baik, dirindukan keberadaannya.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *