Manajemen pendidikan merupakan suatu proses dari perencanaan, penorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan penilaian usaha-usaha pendidikan agar bisa mencapai tujuan pendidikan yang sudah di tetapkan sebelumnya.

Atau definisi manajemen pendidikan yang lainnya yakni adalah suatu bentuk kerjasama antar pihak-pihak pendidikan demi pencapai suatu target pendidikan yang sudah di tetapkan sebelumnya.

Yang menjadi tujuan umum dalam manajemen pendidikan yaitu melaksanakan suatu pembentukan kepribadian pelajar yang berdasarkan dengan tujuan dari pendidikan nasional dan tingkat perkembangan ataupun perbaikan untuk usia pendidikan.

Tujuan Manajemen Pendidikan

Dilakukan manajemen agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif dan efesien.

Produktivitas

Adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber yang dipergunakan (input). Produktivitas dapat dinyatakan secara kuantitas maupun kualitas.

Kualitas

Menunjukkan kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenakan kepada barang (products) dan/atau jasa (services) tertentu berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot dan/atau kinerjanya.

Efektivitas

Adalah ukuran keberhasilan tujuan organisasi.

Efesiensi

Berkaitan dengan cara yaitu membuat sesuatu dengan betul (doing things right) sementara efektivitas adalah menyangkut tujuan (doing the right things) atau efektivitas adalah perbandingan antara rencana tujuan yang dicapai.

Efesiensi lebih ditekankan pada perbandingan antara input/sumber daya dengan output. Efesiensi pendidikan adalah bagaimana tujuan itu dicapai dengan memiliki tingkat efesiensi waktu, biaya, tenaga dan sarana.

Baca juga: Maksud dari Pancasila Sebagai Sumber Nilai

Fungsi Manajemen Pendidikan

Fungsi dari manajemen pendidikan mengandung empat unsur yaitu sebagai berikut ini :

  • Perencanaan (Planning)

Perencanaan ialah suatu proses menyusun tujuan dan sasaran organisasi serta menyusun “peta kerja” yang melibatkan cara pencapaian tujuan.

  • Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah suatu Proses dari menghimpun Sumber Daya Manusia, modal, dan peralatan yang dibutuhkan dengan cara yang efektif demi mencapai tujuan.

  • Pelaksanaan (Implementation)

Pelaksanaan merupakan suatu Proses dengan menggerakan sumber daya manusia yang ada untuk melakukan suatu kegiatan pencapaian tujuan sehingga efisiensi proses terjadi dan menghasilkan sebuah efektivitas hasil kerja.

  • Pengawasan (Controlling)

Pengawasan merupakan suatu Proses pemberian balikan dan tindak lanjut dari pembandingan antara hasil yang dicapai dengan suatu rencana yang sudah dibuat kemudian terdapat tindakan penyesuaian jika terjadi penyimpangan.

Prinsip Manajemen Pendidikan

Prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut:

  1. Memprioritaskan tujuan di atas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.
  2. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab.
  3. Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya.
  4. Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia.Relativitas nilai-nilai.

Prinsip di atas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai.

Baca juga: The United States and The Rise of China

Manfaat Manajemen Pendidikan

Manajer sekolah perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang manajer pendidikan sebagai bekal kerja. Dengan kata lain, ia memiliki filsafat manajemen yang akan bermamfaat untuk:

  1. Pegangan dalam melaksanakan manajemen pendidikan.
  2. Melahirkan kepercayaan diri bagi kepala sekolah dalam proses manajemen guna mencapai tujuan sekolah.
  3. Memudahkan kepala sekolah dalam proses berpikir guna memecahkan permasalahan manajemen sekolah secara sistem.
  4. Memotivasi kepala sekolah untuk mendapatkan dukungan dari staf sekolah dan menarik partisipasinya.
  5. Selalu berpikir efektif dan efisien dalam mencapai tujuan
  6. Mengetahui batasan-batasan wewenang dalam manajemen dan memimpin sekolah.

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

1. Ruang lingkup berdasarkan wilayah kerja

Bila di tinjauan dari wilayah kerjanya maka ruang lingkup manajemen pendidikan bisa dibedakan menjadi :

  • Manajemen pendidikan seluruh negara yaitu majejemen pendidikan untuk tingkat nasional ini ditangani bukan hanya dengan pelaksanaan pelatihan pendidikan di dalam sekolah saja, tetapi juga pendidikan luar sekolah, penyelenggaraan pelatihan, pengayaan penelitian, ataupun pendidikan yang meliputi kebudayaan dan kesenian secara nasional.
  • Menejemen pendidikan dalam satu provinsi ialah ruang lingkupnya yang meliputi wilayah kerja satu sebaras provinsi saja, yang dimana pelaksanaannya dibantu oleh petugas manajemen pendidikan yang berada di kabupaten dan di kecamatan.
  • Manajemen pendidikan dalam satu kabupaten atau kota ialah ruang lingkupnya hanya meliputi wilayah kerja satu kabupaten maupun satu kota saja.
  • Manajemen pendidikan satu unit kerja ialah Manajemen ini hanya di titik beratkan pada satu unit kerja yang langsung dalam menangani dalam pekerjaan mendidik.
  • Manajemen kelas ialah sebagai suatu kesatuan kegiatan yang terkecil dalam manajemen pendidikan yang menjadi inti dari semua jenis manajemen pendidikan.

2. Ruang lingkup menurut objek garapan

Bila ditinjau berdasarkan objek garapan, yaitu sebagai berikut ini :

  • Manajemen siswa.Manajemen personil-personil sekolah.
  • Manajemen kurikulum.
  • Manajemen prasarana atau material.
  • Manajemen ketata usahaan sekolah atau tata laksana pendidikan.
  • Manajemen anggaran.
  • Manajemen lembaga atau organisasi pendidikan.
  • Manajemen hubungan masyarakat atau manajemen kominikasi pendidikan.

3. Ruang Lingkup Menurut fungsi atau urutan kegiatannya

  • Merencanakan.
  • Mengorganisasikan.
  • Mengarahkan.
  • Mengkoordinasikan.
  • Mengkomunikasikan.
  • Mengawasai ataupun mengevaluasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *