Kenapa ya, kita kalau mengidolakan seseorang, menonton kontennya setiap hari, melihat status yang dibuatnya di sosial media, kita merasa sangat dekat dengan mereka. Misalnya saya, saya itu suka sekali dengan Twice, girl band korea yang baru-baru ini come back. Dari semua album yang dikeluarkan Twice, ini album favorite saya. Entah kenapa, rasanya Twice kali ini konsepnya sangat fresh, tapi More and More kemarin juga fresh banget sih. JYP emang benar-benar keren.

Tapi yang paling disayangkan, member favorite saya Jeongyeon nggak bisa ikut beberapa music bank karena sedang sakit, sedih rasanya huhu. Eh kok malah cerita Twice? Oke lanjut.

Jadi setiap hari saya menonton video musiknya (Twice), mendengarkan lagunya, atau sekadar melihat meme tentang mereka di Facebook. Rasanya itu, saya seperti mengenali dan dekat dengan mereka semua. Apalagi, saya ini memang pacaran sama “salah satu” dari mereka huehehehe. FYI nih, Hilda itu mirip banget sama Dahyun, dari bentuk wajahnya sampai kelakuannya sangat mirip. Hahaha.

Tapi lagipula, siapa sih sekarang yang nggak kena bias K-POP ini? Kayaknya hampir seluruh umat manusia di muka bumi itu suka sama K-POP. Bahkan para hewan juga mungkin diam-diam ikut mendengarkan K-POP, huft. Andai, Indonesia punya culture yang mendunia kayak Jepang dan Korea, dan negara-negara lain dengan culture yang mendunia.

Jadi kenapa kita ngerasa deket atau kenal banget sama si idola kita? Saya sudah melakukan riset sedikit tentang ini. Fenomena ini dalam dunia psikologi dinamakan Interaksi Parasosial. Berdasarkan paper yang saya baca, INTERAKSI PARASOSIAL (Sebuah Studi Kualitatif Deskriptif pada Penggemar JKT48) (PDF), interaksi para sosial adalah interaksi yang terjalin antara individu dengan artis atau tokoh terkenal, dan interaksi terjadi layaknya interaksi sosial secara langsung.

Penyebabnya adalah, karena otak kita memproses pengalaman melihat melalui media seperti “pengalaman langsung”, secara khusus bereaksi terhadap artis yang kita sukai seperti yang kita lakukan pada orang secara nyata yang ada di depan kita.

Dengan para artis dan tokoh selalu tampil di media, melakukan live streaming dan berinteraksi langsung dengan para fansnya melalui live, itu membentuk interaksi parasosial untuk para fans mereka.

Jadi bukan tidak ada alasan kalau kita merasa dekat sekali dengan tokoh atau artis yang kita senangi. Jangan jauh-jauh deh, contohnya, kita saja merasa sangat dekat dengan Pakde Jokowi, ya kan?

(Visited 32 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *