Aji Reza M. Lifelong learner.

Penyimpangan Sosial

3 min read

penyimpangan sosial

Pasti setiap dari kita pernah melakukan yang namana penyimpangan sosial, baik itu disadari oleh diri kita maupun dilakukan tanpa sengaja. Penyimpangan sosial dapat terjadi kapanpun, dimanapun, dan oleh dan kepada siapapun. Mau itu penyimpangan yang sifatnya ringan atau berat, dalam skala sempit bahkan luas, penyimpangan sosial akan mengganggu keseimbangan kehidupan masyarakat.

Sebagai bagian dari masyarakat, kita sudah seharusnya kita harus mempunyai niat untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu dan turut membantu untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial.

Tapi apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan penyimpangan sosial atau perilaku yang menyimpang itu? Suatu perilaku bisa dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku pada masyarakat. Lebih lanjutnya akan saya jelaskan di bawah.

Pengertian Penyimpangan Sosial

Secara umum, pengertian penyimpangan sosial seperti yang saya jelaskan di atas, penyimpangan sosial adalah suatu perilaku yang tidak sesuai dengan tata kelakuan dalam masyarakat, sehingga orang yang melanggar akan dianggap sebagai pelanggar dan harus dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengertian Penyimpangan Sosial Menurut Para Ahli

Robert M.Z Lawang

Menurut Robert, penyimpangan sosial adalah segala tindakan dan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma yang sudah berlaku di dalam sistem masyarakat tertentu.

James W. Van Zanden

Menurut James, yang dinamakan penyimpangan sosial adalah suatu tindakan atau perilaku yang menurut sebagian besar orang dianggap sebagai tindakan yang tercela.

Lewis Coser

Lewis Coser berpendapat bahwa yang dimaksud penyimpangan sosial adalah kegagalan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap kebudayaan dengan perubahan sosial.

Gillin

Menurut Gillin perilaku menyimpang adalah sejumlah tingkah laku yang timbul dari nilai-nilai dan norma sosial sehingga dapat menjadi sebab pemudaran atau runtuhnya ikatan sosial solidaritas kelompok.

Becker

Menurut Becker suatu perilaku yang menyimpang secara sosial adalah konsekuensi dari adanya aturan dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap seseorang yang mengerjakan tindakan itu sendiri.

Van Der Zanden

Menurut Zanden, penyimpangan sosial adalah suatu perilaku yang dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai tindakan yang tercela dan berada di luar batas toleransi.

Paul B. Horton

Menurut Paul, penyimpangan sosial adalah perilaku atau tindakan yang dilakukan seseorang sebagai bentuk pelanggaran terhadap norma yang ada dalam masyarakat.

Edward H. Sutherland

Menurut Edward penyimpangan ini bersumber dari pergaulan yang berbeda sebab seseorang yang belajar untuk menyimpang dari norma masyarakat melalui kelompok-kelompok berbeda di mana ia bergaul.

Di dalam teori ini juga dipaparkan bahwa teori sumber penyimpangan terdiri dari 2 faktor yaitu:

  1. Faktor pertama, perilaku menyimpang bisa terjadi karena sebuah proses sosialisasi yang tidak merata, sehingga pesan-pesan yang dibawa oleh agen-agen sosialisasi tidak searah.
  2. Kedua, perilaku menyimpang juga bisa terjadi akibat seseorang belajar mengenai perilaku yang menyimpang.

Edwin M. Lemert

Menurut Edwin penyimpangan ini berasal dari adanya proses lebelling (pemberian julukan, merk, cap, atau stempel) negatif yang diberikan masyarakat untuknya.

Robert K. Merton

Menurut Robert, penyimpangan berasal dari adanya ketegangan antara tujuan budaya dan sarana untuk menggapainya. Masyarakat menginginkan setiap orang berhasil, namun tidak semua orang bisa mencapainya melalui sarana yang sah, seperti menjadi pengusaha dll. Kemudian orang-orang ini akan mengambil jalur yang menyimpang.

Lemert (1951)

Yang terakhir menurut Lemert, perilaku menyimpang ini terbagi menjadi 2 yaitu: Penyimpangan primer dan sekunder.

  1. Penyimpangan primer merupakan suatu perilaku menyimpang yang masih bisa diterima secara sosial. Misal, mencontek saat ujian dan kebut-kebutan di jalan.
  2. Penyimpangan skunder merupakan suatu perilaku menyimpang yang pada umumnya tidak bisa diterima secara sosial. Misal, pembunuhan, memalai narkoba dsb.

Ciri-ciri Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial dalam masyarakat adalah semua bentuk tindakan yang dianggap menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial. Dalam hal ini menimbulkan upaya dari pihak berwenang guna memperbaiki perilaku tersebut.

Penyimpangan memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:

  1. Deviasi (penyimpangan) merupakan dampak dari adanya masalah-masalah, baik itu pribadi maupun sosial.
  2. Deviasi (penyimpangan) merupakan bentuk penolakan masyarakat.
  3. Deviasi (penyimpangan) bersifat universal (menyeluruh) karena menggambarkan 3 fungsi penting yaitu:
    1. Deviasi dalam menjelaskan aturan.
    1. Deviasi dalam pembentukan grup.
    1. Deviasi dalam mengembangkan perubahan sosial.
  4. Aspek lahiriah yang bisa diamati dengan jelas, dapat dibagi menjadi 2 aspek:
  5. Dalam bentuk verbal, melalui kata-kata kotor, tidak senonoh, makian, dan lain-lain.
  6. Dalam bentuk nonverbal, tingkah laku yang terlihat.

Penyebab Terjadinya Penyimpangan Sosial

Penyebab terjadinya penyimpangan sosial dapat dilihat dari kondisi masyarakat itu sendiri. Karena, pada dasarnya setiap individu mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, hal itu menyebabkan tindakan-tindakan yang berlawanan dan tidak semua individu mampu mengindentifikasi nilai dan norma yang sudah berlaku di masyarakat.

Hal tersebut menggambarkan bahwa proses sosialisasi mengalami kegagalan, individu dengan proses seperti itu cenderung melakukan tindakan yang menyimpang. Berikut adalah ulasan faktor apa saja yang meneyebabkan terjadinya penyimpangan sosial.

1. Perbedaan Status

Terdapat benteng pemisah antara si miskin dan si kaya yang amat mencolok, sehingga dengan hal itu dapat mengakibatkan timbulnya rasa iri, dengki, syirik, dan berujung pada perilaku menyimpang seperti manipulasi, korupsi, kolusi, dan sebagainya.

2. Kebutuhan Ekonomi

Ada kalanya dalam diri tumbuh rasa atau keinginan untuk hidup serba kecukupan tanpa harus susah payah bekerja, hal ini juga mengakibatkan seseorang mengambil jalan pintas dengan cara penyimpangan seperti merampok, begal, mencuri, dan lain sebagainya.

3. Keluarga yang Berantakan (Broken Home)

Keluarga yang berantakan akan menyebabkan tumbuhnya penyimpangan sosial. Hal ini disebabkan oleh perselingkuhan atau perceraian, sehingga menyebabkan anggota keluarganya tidak betah hidup di rumah akibat dari situasi dan kondisi rumah yang selalu ribut atau saling diam.

Akibat dari itu, ia melampiaskan kekosongan hatinya dengan penyimpangan sosial seperti berjudi, miras, narkoba, terjun ke dalam komplek prostitusi, dan masih banyak lainnya.

4. Banyak Pemuda yang Putus Sekolah dan Pengangguran Hidupnya Liar di Jalanan

Pada dasarnya seorang pemuda bisa saja bekerja di perusahaan yang layak, namun untuk bekerja di sebuah perusahaan sangat dibutuhkan keahlian. Mereka tidak memiliki keahlian tersebut akan susah mendapatkan pekerjaan. Padahal mereka juga membutuhkan sandang, pangan, dan tempat tinggal, yang berujung mereka ambil jalan pintas dengan cara menjadi pengamen bus atau pengemis berjalan.

5. Pengaruh Media Masa dan Media Sosial

Internet sangatlah besar pengaruhnya, banyaknya tayangan-tayangan kekerasan dan kriminalitas. Pola seperti ini akan memengaruhi emosi dan kejiwaan seseorang, yang berakibat kepada pembunuhan, pemerkosaan, perkelahian, perampokan, dan sebagainya.

Apalagi saat ini media di Indonesia sudah terkontaminasi dengan acara-acara yang berdampak pada tindakan negatif. Oleh karena itu sebagai orang tua harus senantiasa memperhatikan buah hatinya agar terhindar dari pencemaran media.

6. Sosialisasi Nilai-nilai Sub-kebudayaan Menyimpang

Sosialisasi ini dapat terjadi oleh beberapa sebab, di antaranya terlalu sering menonton film baik di televisi maupun internet (YouTube) yang akan menimbulkan perasaan kepo (ingin tahu banget) dan meniru apa-apa yang sudah ditonton.

Model penyimpangan seperti ini bisa terjadi karena seorang individu atau kelompok baik sengaja maupun tidak secara otomatis telah mengadopsi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang.

Seperti contohnya di negara Indonesia secara umum masyarakat mengetahui bahwa hubungan prostitusi atau seks di luar nikah ini tidak dibenarkan secara norma agama, sosial, dan hukum. Namun berbeda dengan negeri barat yang tidak dikategorikan sebagai perilaku menyimpang.

Aji Reza M. Lifelong learner.

Pasar dalam Perekonomian

Aji Reza M.
3 min read

Kebijakan Fiskal

Aji Reza M.
2 min read

Budaya Flores

hildapohan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *