Tidak masuk akal, sia-sia, percuma. Itu lah yang ada di kepala gua tentang PSBB di seantero jagat raya negara Indonesia ini khususnya Jakarta. Beberapa hari yang lalu, gua baca di mojok tentang pemerintah yang plin-plan soal kebijakan penanganan pandemi COVID-19 ini.

Awalnya fokus sama kesehatan, ekonomi ambruk, eh berubah jadi fokus ke ekonomi+kesehatan, eh malah grafik penularannya naik drastis, akhirnya balik lagi fokusnya ke kesehatan. Yang tadinya ekonomi udah mulai membaik, orang-orang juga lumayan banyak yang senang, eh balik stress lagi.

Apalagi ditambah banyaknya permainan rumah sakit yang bikin pasiennya yang nggak kena corona dibuat-buat jadi kena corona biar dapet uang bantuan dari BNPB, iya UANG. Gimana pemerintah nggak tarik lagi lampu darurat itu, wong banyak juga kok yang faking corona ini sehingga grafik penularan naik terus.

Menengok negara-negara lain yang nurut sama pemerintah, kayaknya mereka udah adem ayem tuh soal coronavirus ini. Bioskop udah buka, bisa makan di tempat, udah pada bebas lah ya pokoknya walaupun kemana-mana harus menggunakan masker. Sedangkan negara-negara seperti Indonesia, India, dan negara demokrasi-agamis lainnya, yang kalo pemerintah bikin kebijakan selalu dicari kesalahannya dan dijadikan senjata jika melanggar, yo ndak kelar-kelar corona ini.

Bagaimanapun caranya, nggak akan bisa berhasil jika diterapkan di negara ini. Satu-satunya ya nunggu vaksin. Tapi apa orang-orang yang anti-vaksin itu bakal mau pake vaksin ya? Vaksin kan “HARAM” bagi mereka.

Gua bukan nggak percaya adanya corona ini, tapi selama 7 bulan ini teman atau orang yang gua kenal itu nggak ada sama sekali yang positif corona. Bener deh. Jadi ya.. selama orang yang gua kenal belum ada yang positif — kenal jauh aja deh, belum ada — gua akan terus menentang kebijakan PSBB bullshit ini.

Toh, PSBB ketat PSBB transisi sama-sama aja. Malah kalo PSBB ketat kasian para UMKM dan bisnis yang emang harus datang langsung ke tempat untuk melakukan transaksi seperti restoran. Terus juga, MASA FITUR BAWA PENUMPANG OJOL MASIH ADA DI PSBB KETAT KEMARIN?

Aneh banget, kita nggak boleh nongkrong gerombolan, tapi ojol yang PASTI BANGET sama teman sepersatuan ojolnya itu ngumpul! (Ya walau nggak semuanya begitu tapi sepengelihatan gua rata-rata mereka ngumpul) Udah mah habis bawa orang kemana-mana dan ganti-ganti, terus ngumpul, terus nanti bawa penumpang lagi, circle setan. Aneh banget.

(Visited 15 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *