Pasar merupakan tempat penjual dan pembeli bertemu. Dahulu, istilah pasar merujuk pada sebuah tempat yang nyata (fisik), namun hari ini makna pasar menjadi begitu luas. Kini, marketplace di dunia digital juga dianggap sebagai pasar strategis di mana berbagai persaingan bisnis terjadi.

Setiap pelaku pasar akan saling bersaing untuk mendapatkan konsumennya. Perilaku pengusaha atau penjual di lingkup pasar kompetitif menjadi subjek fundamental dalam perekonomian suatu negara negara. Berdasarkan bentuk kompetisinya, struktur pasar diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar yaitu, Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna.

Struktur Pasar Mempengaruhi Pangsa Pasar

Jenis struktur pasar akan menentukan pangsa pasar suatu perusahaan. Jika ada satu jenis perusahaan saja dalam suatu pasar, perusahaan tersebut akan menguasai seluruh pangsa pasar dan permintaan pelanggan hanya tertuju pada perusahaan tersebut saja. Namun, jika kita meningkatkan jumlah perusahaan menjadi dua, pangsa pasar juga akan terbagi dua. Demikian pula jika ada sekitar seratus perusahaan kecil di pasar, pasar akan dibagi oleh ke seratus perusahaan tersebut secara proporsional.

Maka dari itu, struktur pasar jelas memengaruhi pangsa pasar. Dalam artikel ini akan digambarkan perbedaan antara Pasar Persaingan Sempurna dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna. Simak lebih lanjut.

pasar persaingan sempurna
Foto oleh Artem Beliaikin dari Pexels

Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna adalah suatu pasar di mana jumlah penjual dan pembeli (konsumen) sangat banyak dan produk atau barang yang ditawarkan atau dijual sejenis atau serupa. Contoh barang yang dijual pada bentuk pasar ini antara lain beras, gandum, batu bara dan kentang. Pasar persaingan sempurna merupakan pasar di mana penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil kesepakatan dan interaksi antara penawaran dan permintaan.

Permintaan yang terbentuk mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran keinginan produsen. Dalam pasar persaingan sempurna, penjual dan pembeli sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga pasar karena sudah ada ikatan batin bahwa antara penjual dan pembeli mengetahui struktur dan informasi yang ada di dalam pasar persaingan sempurna.

Baca juga Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar

Karakteristik Utama dari Pasar Persaingan Sempurna

Berikut ringkasan karakteristik dari Pasar Persaingan Sempurna :

  1. Banyak pembeli dan penjual.
  2. Produk yang ditawarkan terkesan homogen.
  3. Setiap perusahaan mudah untuk masuk dan keluar pasar.
  4. Kedua pihak dalam transaksi memiliki pengetahuan lengkap tentang produk, kuantitas, harga, dan kondisi pasar.
  5. Tidak ada biaya transportasi dan periklanan.
  6. Bebas dari campur tangan Pemerintah.
  7. Harga untuk suatu produk seragam di pasar diputuskan oleh permintaan dan penawaran pelaku pasar. Tidak ada perusahaan yang dapat mempengaruhi harga, itulah sebabnya mengapa perusahaan-perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna menjadi Price Taker.
  8. Setiap perusahaan mendapatkan laba secara normal sehingga tidak ada keuntungan dan kerugian yang berlebihan.

Contoh Manifestasi dari Pasar Persaingan Sempurna

Contoh bentuk dari Pasar Persaingan Sempurna adalah kamu pergi ke pasar sayur untuk membeli cabai. Terdapat banyak penjual dan pembeli cabai. Kamu pergi ke suatu penjual cabai dan menanyakan harga 1 kg cabai. Kemudian penjual menjawab Rp50.000,-. Berikutnya kamu pergi ke tempat lain dan menanyakan beberapa penjual lagi. Harga yang ditawarkan pasti akan sama untuk kuantitas yang diminta. Ini adalah contoh bentuk Pasar Persaingan Sempurna.

Di bawah kompetisi jenis ini, perusahaan dapat dengan mudah mempengaruhi harga suatu produk di pasar dan meraup untung atau merugi secara berlebih.

Di dunia nyata, sulit sekali untuk menemukan bentuk konkret dari Pasar Persaingan Sempurna dalam model industri apapun. Tetapi ada begitu banyak model industri seperti telekomunikasi, mobil, sabun, kosmetik, deterjen, minuman dingin, dan lainnya di mana kamu dapat menemukan bentuk persaingan yang tidak sempurna yaitu kondisi yang tidak selalu memuaskan satu atau kedua belah pihak.

pasar persaingan tidak sempurna
Foto oleh Lucas Ettore Chiereguini dari Pexels

Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Perlu kamu ketahui bahwa Pasar Persaingan Tidak Sempurna adalah bentuk pasar yang tidak terorganisir secara sempurna. Pasar Persaingan Tidak Sempurna bisa juga disebut sebagai bentuk pasar yang kehilangan satu atau lebih ciri-ciri yang dimiliki pasar Persaingan Sempurna. Karena, dalam pasar Persaingan Tidak Sempurna peran dari pembeli dan penjual hilang. Mereka tidak memiliki keleluasaan untuk menetapkan atau menentukan harga pada suatu produk.

Baca juga Pendapatan Nasional

Ciri-ciri Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna memiliki beberapa ciri, antara lain:

  1. Jumlah penjual yang ada sangatlah terbatas
  2. Jumlah pembeli di dalamnya banyak
  3. Sulit untuk masuk ke dalam pasar karena banyak hambatan dan gangguan di dalamnya
  4. Produk yang beredar di pasar atau yang diperjualbelikan bersifat homogen atau satu jenis saja, serta tidak adanya produk pengganti atau substitusi
  5. Pihak yang berkuasa bebas dan leluasa memainkan harga dan pihak lain hanya bisa menuruti dan mengikuti ketetapan yang ada.

Jenis-jenis Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Ada berbagai jenis pasar di dalam struktur Pasar Persaingan Tidak Sempurna, dijelaskan di bawah ini:

  1. Monopoli: Penjual tunggal mendominasi seluruh pasar, keputusan harga dilakukan oleh satu penjual, biasanya hanya menjual satu jenis produk, calon pesaing sulit masuk karena perundang-undangan. contoh perusahaan monopoli: Perusahaan Listrik Negara
  2. Oligopoli: Terdapat beberapa penjual yang umumnya lebih dari dua dan kurang dari sepuluh eksis dan bertindak dalam kolusi atau persaingan. Memiliki standar produk yang sama. Perusahaan dapat saling memengaruhi harga bahkan dapat melakukan kartel. Contoh: Perusahaan pada industri gula dan garam
  3. Monopsoni: Banyak penjual dan satu pembeli. dalam hal ini pembeli dapat memengaruhi harga penjual. salah satu contoh pasar monopsoni adalah: Perusahaan penyedia gerbong kereta api.
  4. Oligopsoni: Banyak penjual dan beberapa pembeli. contohnya: Perusahaan sparepart mobil.
  5. Persaingan Monopolistik: Banyak penjual menawarkan produk-produk yang berbeda dan mempunyai karakteristik tersendiri. contoh pasar monopsonik: perusahaan retail, perusahaan produk kemasan

Perbedaan-Perbedaan antara Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna

Berikut beberapa perbedaan agar kamu tidak keliru dalam memutuskan jenis pasar apa yang termasuk Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna.

  1. Pasar Persaingan Sempurna terkesan hipotetis yang asumsinya sebagian besar tidak berlaku konkrit di dunia nyata. Sebaliknya, Pasar Persaingan Tidak Sempurna adalah situasi yang sangat sering ditemukan di dunia nyata saat ini.
  2. Dalam Pasar Persaingan Sempurna selalu terdapat banyak pelaku pasar. Sedangkan dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna cenderung lebih dinamis sehingga terdapat sedikit sampai ke banyak pelaku pasar tergantung pada jenis struktur pasarnya.
  3. Dalam Pasar Persaingan Sempurna, penjual menghasilkan atau memasok produk yang sama (homogen). Sementara dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna, produk yang ditawarkan oleh penjual dapat bersifat homogen atau bisa juga berbeda-beda.
  4. Dalam Pasar Persaingan Sempurna, tidak ada hambatan untuk masuk dan keluar dari pasar. Berbeda dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna yang terkesan ketat dan penuh hambatan untuk masuk keluar pasar.
  5. Dalam Pasar Persaingan Sempurna, diasumsikan bahwa perusahaan tidak mempengaruhi harga suatu produk. Oleh karena itu mereka biasa disebut Price Taker. Tetapi dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna, perusahaan sangat dimungkinkan memengaruhi harga produk (Price Maker).

Situasi pada Pasar Persaingan Sempurna cenderung imajiner, tetapi Pasar Persaingan Tidak Sempurna terkesan faktual dan termanifestasi secara konkret.

Mungkin ini tidak sesederhana itu jika menyoal perbedaan antara Pasar Persaingan Sempurna dengan Pasar Persaingan Tidak Sempurna. Misalnya, ada banyak perusahaan yang menghasilkan produk serupa. Kita ambil satu contoh jenis produk yaitu deterjen. Pada awalnya, kamu mungkin berpikir bahwa ini termasuk bentuk dari Pasar Persaingan Sempurna. Tetapi jika kamu meninjau lebih dalam, asumsi kamu mungkin salah. Kamu akan menemukan bahwa semua produk tersebut mempunyai kesamaan jenis, tetapi masing-masing penjual menawarkan harga yang berbeda-beda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *