Ternyata, catatan kaki tidak hanya memuat penjelasan istilah teks atau tambahan teks khusus yang lebih panjang. Catatan kaki juga dapat diperlukan sebagai kredibilitas dalam sebuah kutipan langsung maupun tidak langsung.

Namun, apakah kamu masih sering mengabaikan penggunaan catatan kaki pada sebuah makalah? Penggunaan catatan kaki tidak hanya berlaku di tesis, skripsi, dan buku saja. Apabila kamu melakukan copy paste pada sebuah buku atau sumber lainnya ke dalam tulisan kamu, maka kamu berhak mencantumkan catatan kaki. Mari kita pelajari lebih lanjut.

Pengertian Catatan Kaki

Catatan kaki atau biasa disebut footnote adalah sebuah keterangan yang berada di bawah halaman dengan font tulisan lebih kecil daripada font naskah teks. Pada catatan kaki terdapat pula nomor urut penunjukkan yang sama dengan teks. Nomor penunjukkan dapat berupa angka dan tanda esterik (*).

Cara Membuat Catatan Kaki Otomatis

  1. Sediakan tempat yang cukup pada kaki halaman, sehingga margin bawah tidak terganggu.
  2. Blok kalimat yang telah kamu ambil dari sebuah sumber yang telah kamu gunakan.
  3. Lalu, arahkan kursor kamu ke Menu Bar dan pilih Insert Footnote.

Teknik Pembuatan Catatan Kaki

Teknik pembuatan catatan kaki tidak jauh berbeda dengan daftar pustaka. Perbedaan tersebut seringkali membuat kekeliruan. Dalam menulis catatan kaki perlu memperhatikan teknik, antara lain:

  • Nama pengarang tidak dibalik dan ditulis lengkap tanpa gelar.
  • Judul buku dicetak miring.
  • Kota penerbit.
  • Nama penerbit.
  • Tahun penerbit.
  • Nomor halaman.
  • Semua komponen selalu dihubungan dengan tanda koma (,) dan tanda titik dua ( : ) untuk setelah kota terbit.

Contoh :

  1. Jennifer Gabriella, Sistem Sosial dan Budaya Indonesia, (Surabaya: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999), hlm. 20.
  2. Tasya Kamila, Putri Sarwinda, Sosiologi, (Malang: PT Gramedia Pustaka Utama, 2004), hlm. 34.
  3. Chairil Akbar, Linda Soetanto, Bagas Darmawan, Antropologi, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003), hlm 70.
  4. R. M. Koetjaraningrat, dkk., Beberapa Metode Antropologi, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1998), hlm. 203.

Teknik Pembuatan Catatan Kaki Dari Sumber Internet

Format yang digunakan dalam catatan kaki dari sumber internet memiliki aturan yang sedikit daripada dari sumber tulisan cetak. Namun, hal tersebut perlu kamu perhatikan dalam mengaksesnya. Hindarilah website yang tidak terjamin validasitasnya karena dapat mengurangi nilai hasil tulisan kamu. Sistematika format dalam catatan kaki pun tidak jauh berbeda dengan daftar pustaka, antara lain:

  • Nama penulis (bila ada)
  • Tahun penulisan (bila ada)
  • Judul artikel dikutip
  • Link url
  • Waktu akses
  • Semua komponen tetap dihubungan dengan tanda baca koma (,)

Contoh :

  1. Aji Reza, M., 2020, “Cara Menulis Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber”, dari https://ajireza.com/cara-menulis-daftar-pustaka/, diakses pada 8 April 2020 pukul 15.00 WIB.
  2. “Amerika Serikat & Uni Soviet”, dari https://ajireza.com/amerika-serikat-uni-soviet/, diakses pada 8 April 2020 pukul 16.00 WIB.

Daftar Singkatan Yang Digunakan Dalam Catatan Kaki

  • Ibid

Singkatan ini berasal dari bahasa latin ibidiem yang berarti di tempat yang sama dan belum diselingi oleh sumber lain.

Contoh :

  1. Jennifer Gabriella, Sistem Sosial dan Budaya Indonesia, (Surabaya: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999), hlm. 20.
  2. Ibid,. hlm. 56
  • Op. Cit

Singkatan ini berasal dari bahasa latin opera citato yang berarti karya yang telah dikutip pada halaman yang berbeda. Singkatan ini digunakan untuk menunjuk kembali sumber yang telah disebut, tetapi telah diselingi sumber lain.

Contoh:

  1. Jennifer Gabriella, Sistem Sosial dan Budaya Indonesia, (Surabaya: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999), hlm. 20.
  2. Tasya Kamila, Putri Sarwinda, Sosiologi, (Malang: PT Gramedia Pustaka Utama, 2004), hlm. 34.
  3. R. M. Koetjaraningrat, dkk., Beberapa Metode Antropologi, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1998), hlm. 203.
  4. Jennifer Gabriella, Op. Cit., hlm. 23.
  • Loc. Cit

Singkatan ini berasal dari kata latin Loco Citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip pada halaman yang sama.

Contoh :

  1. Tasya Kamila, Putri Sarwinda, Sosiologi, (Malang: PT Gramedia Pustaka Utama, 2004), hlm. 34.
  2. Jennifer Gabriella, Sistem Sosial dan Budaya Indonesia, (Surabaya: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999), hlm. 20.
  3. Chairil Akbar, Linda Soetanto, Bagas Darmawan, Antropologi, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003), hlm 70.
  4. Jennifer Gabriella, Loc. Cit., hlm, 20.

Fungsi Catatan Kaki

Untuk apa catatan kaki apabila sudah mencantumkan daftar pustaka? Peran catatan kaki dalam suatu karya tulis ilmiah adalah sebagai memperkuat dan mempertegas apa yang telah kamu salin. Sehingga tidak adanya kesalahpahaman antara dosen dengan kamu atau pembaca dengan kamu dalam kegiatan salin menyalin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *