Teks eksposisi adalah Sebuah teks yang berisi argumen atau pendapat penulis. Teks eksposisi ditulis oleh seseorang atau pribadi dan juga pendapat yang disampaikan itu merupakan pendapat pribadi. Teks eksposisi sama dengan teks argumen, hanya berbeda di nama saja.

Pengertian Teks Eksposisi Menurut Para Ahli

Teks Eksposisi merupakan teks yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi. Tujuan teks eksposisi adalah untuk memberikan keterangan, penjelasan, atau informasi sejelas-jelasnya untuk menambah pengetahuan dan wawasan pembaca.

Teks Eksposisi juga sering disebut sebagai sebuah paparan. Teks ekspositoris disebut juga teks paparan. Teks ini menampilkan suatu objek. Peninjauannya tertuju pada satu unsur saja. Penyampaiannya dapat menggunakan perkembangan analisis kronologis atau keruangan (Tasai dan Arifin, 2000:129).

Teks eksposisi merupakan paragraf yang memaparkan suatu fakta atau kejadian tertentu yang berisi paparan pikiran atau pendapat dengan harapan dapat memperluas wawasan atau pengetahuan dan pandangan orang lain (Maimunah, 2011:35).

Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca (Ariesandy, 2011).

Perbedaan Teks Eksposisi dengan Teks Editorial

Walaupun keduanya sama-sama berisi argumentasi atau pendapat, namun ada banyak perbedaan teks eksposisi dengan teks editorial.

Teks editorial juga disebut dengan tajuk rencana, tajuk rencana biasa ditemukan di surat kabar. Semua hal yang ada di surat kabar adalah karya jurnalistik. Yang mana digarap oleh seorang jurnalis. Isu yang diangkat lebih aktual dan kompleks (sensitif) dan pilihan tema diangkat dari orang-orang penting.

Sedangkan teks eksposisi, semua orang dapat menulis teks eksposisi dan tidak harus jurnalis. Teks eksposisi bukan karya jurnalistik dan tidak harus diterbitkan di media massa. Isu yang diangkat tidak harus aktual atau hanya yang dirasa perlu untuk diangkat.

Persamaan teks eksposisi dan teks editorial adalah argumen atau pendapat yang sama-sama didasarkan oleh fakta.

Baca juga: 3 Contoh Feature Lengkap dengan Pengertiannya

Ciri-ciri Teks Eksposisi

Adapun ciri-ciri teks eksposisi di antaranya adalah:

  • Singkat dan Padat
  • Gaya informasi yang mengajak.
  • Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku.
  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan.
  • Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.
  • Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.
  • Penjelasannya disertai data-data yang akurat.
  • Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi.
  • Umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana

Struktur Teks Eksposisi

Hanya ada 3 stuktur dalam teks eksposisi

1. Tesis atau Pernyataan Umum

Tesis adalah pembukaan atau awalan dari teks eksposisi. Tesis berisi tentang perkenalan isu yang akan diangkat dalam teks eksposisi dan mengapa kita tertarik pada isu tersebut. Bagian ini berfungsi untuk memperkenalkan topik sekaligus menempatkan pembaca pada posisi tertentu. Karena teks eksposisi digunakan penulis untuk mengemukakan pendapat, maka pembaca bisa berada pada posisi yang sependapat atau pada posisi yang bersebrangan dengannya.

2. Argumentasi

Argumen yang ingin disampaikan diletakan di bagian argumen. Umumnya, jumlah paragraf pada bagian argumen tidak dibatasi jumlahnya. Karena, panjang dan pendeknya bagian ini tergantung pada jumlah argumen yang telah penulis kenalkan secara garis besar di dalam pernyataan umum, kemudian penulis menyebutkan ulang dan menjabarkan argumen tersebut dalam paragraf-paragraf. Pengembangan argumen menjadi paragraf ini dilakukan melalui penyajian contoh dan alasan. Selain berisi-berisi argumen dan pendapat bagian ini juga harus disertai dengan fakta untuk memperkuat argumen.

3. Penegasan Ulang

Sesuai namanya penegasan ulang. Di bagian ini dijelaskan sedikit argumen yang tadi sudah dibahas di bagian argumentasi. Lalu diakhiri saran atau rekomendasi. Atau juga boleh kesimpulan dari argumen.

Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Terdapat beberapa jenis teks eksposisi. Adapun jensi-jenis teks eksposisi di antaranya yaitu:

  • Eksposisi defini, yaitu suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu.
  • Eksposisi proses yaitu langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.
  • Eksposisi ilustrasi, yaitu teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.
  • Eksposisi laporan, yaitu paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu.
  • Eksposisi perbandingan, yaitu eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain.
  • Eksposisi pertentangan, yaitu eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya.

Unsur kebahasaan Teks Eksposisi

Pronomina

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona.

Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu Persona Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-., dan Persona Jamak Contohnya seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.

Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) yaitu Pronomina Penunjuk contohnya seperti ini, itu, sini, situ, sana. dan pronomina penanya contohnya seperti apa, mana, siapa.

Nomina dan Verba

Nomina (kata benda)

Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.

Verba (kata kerja)

Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya  berfungsi sebagai predikat.

Konjungsi

Kata penghubung atau konjungsi. Contohnya: pada kenyataannya, kemudian, lebih lanjut. Manfaatkan kata hubung atau konjungsi untuk memperkuat argumentasi. Dalam konteks pengajuan pendapat tentang kebijakan bahasa ASEAN, penulis menghubungkan argumentasi dengan kata hubung pada kenyataannya, kemudian, dan lebih lanjut. Idealnya, argumentasi tidak disajikan secara acak. Kata hubung seperti itu dapat digunakan untuk menata argumentasi dengan cara mengurutkan dari yang paling kuat menuju ke yang paling lemah atau sebaliknya.

Baca juga: Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar

Cara Menulis Teks Ekposisi

  1. Menentukan topik yang akan disajikan
    Langkah pertama yang harus dilakukan saat membuat teks eksposisi adalah menentukan topik. Topik yang akan dibahas nanti harus menarik dan penting. Dengan menentukan tema, pada saat menulis kita lebih terfokus pada topik tersebut sehingga dapat lebih menjiwai tulisan yang dibuat. Adapun sifat topik-topik yang dikembangkan dalam teks eksposisi, sebagai berikut.
  2. Menentukan tujuan eksposisi
    Setelah menentukan topik yang akan dipaparkan, kita harus memiliki tujuan yang nantinya akan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca.
  3. Mengumpulkan data
    Setelah menentukan tema dan tujuan penulisan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data atau bahan yang diperlukan dalam penulisan teks eksposisi. Bahan dapat diperoleh dari buku, majalah, pencarian di internet, surat kabar, maupun wawancara langsung.
  4. Membuat kerangka tulisan
    Sebelum pembuatan karangan eksposisi, terlebih dahulu membuat kerangkanya secara lengkap dan sistematis.
  5. Pembahasan dengan mengembangkan kerangka tulisan
    Setelah kerangka karangan tersusun, mengembangkan secara lebih lengkap lagi agar ciri-ciri eksposisi dapat tersalurkan, eksposisi yang bersifat informatif, objektif, dan logis. Dalam karangan ini, pengarang lebih menjelaskan maksud dari topiknya itu dengan menyertakan bukti-bukti yang konkret sebagai penunjang dari pembahasan itu.
  6. Membuat simpulan
    Sesuai dengan tujuan menuliskan sebuah karangan eksposisi, kesimpulan harus sejalan, bahkan harus memperkuat tesis tersebut. Namun seperti yang saya katakan tadi, bahwa kesimpulan ini hanyalah opsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *