Apa itu Time-Lapse Photography? Apa Bedanya dengan Hyper-Lapse?

timelapse photography

Pasti kalian pernah mendengar atau mungkin mengetahui apa itu time lapse photography. Benar, timelapse photography adalah pengembangan dari seni fotografi dengan cara menggabungkan foto menjadi sebuah video. Time lapse pertama kali digunakan oleh Arthur C Pillsbury di tahun 1912, untuk memamerkan pergerakan bunga-bunga.

Time lapse kurang lebih sama dengan dengan stop motion. Namun time lapse tidak perlu mengubah sudut atau objek yang di foto karena time lapse mengambil foto yang akan dibuat menjadi video dengan meggunakan sistem interval, yaitu pengambilan foto dengan berkala secara terus menerus.

Biasanya pengaturan ini ada di dalam bawaan kamera SLR, jika tidak ada maka dapat menggunakan remot inveralometer. Foto yang diambil bisa berupa apa pun (biasanya langit), seperti awan, matahari terbit/terbenam, kegiatan orang di jalan atau tempat lain, bahkan bintang sekalipun. Durasi foto yang diambil tergantung dengan kebutuhan, bisa lama hingga berjam-jam sesuai dengan video yang akan dibuat.

Mengapa harus mencoba timelapse?

Video time lapse dapat menunjukkan dunia dengan cara yang bisa dibilang spesial. Kamera yang bisa berdiam dengan cara yang orang-orang tidak mampu melakukannya, yang berarti kamu bisa mengambil peristiwa menarik yang terhampar di waktu yang cukup lama dan meringkasnya dalam sekian detik atau bahkan dalam satu gambar.

Time lapse juga mungkin terdengar mirip dengan fotografi long eksposur, tetapi perbedaan utamanya di sini adalah mengambil eksposur di mana time lapse, jadi ada celah di antara kekhasan eksposurnya. Waktu diringkas sehingga beberapa informasi dilewatkan

Satuan pembuatan video time lapse adalah FPS (Frame per Second), sama seperti membuat stop motion. Biasanya untuk membuat time lapse menggunakan pengaturan 24fps agar video yang dihasilkan halus, tidak berkedip (flicker) yang mana artinya dalam 24 frame foto menghasilkan 1 detikĀ  video time lapse. Gambar time lapse memerlukan banyak foto, menghabiskan waktu dan menggabungkannya baik dengan memadukannya ke bentuk gambar campuran maupun dengan membuatnya menjadi video animasi.

Baca juga: Information Communication Technologies (ICT)

Perbedaan dan Persamaan antara Timelapse dan Hyperlapse

Berbeda dengan teknik Timelapse, Hyperlapse memasukan pergerakan kamera dalam mengabadikan objek, dan urutan foto nantinya dibuat menjadi film. Hyperlapse mengambil gambar sudut perjalanan kamera seperti orang berjalan dan bergerak. Atau sebuah video tapi di pemutaran dipercepat.

Persamaan Timelapase dan Hyperlapse

  • Mengambil foto dengan kamera
  • Durasi setiap frame mengunakan teknik yang sama
  • Posisi arah kamera dapat digerakan. Tetapi Timelapse, kamera bergerak dan bergeser tidak jauh seperti 1 meter, atau berputar. Hyperlapse, kamera ikut bergerak mengikuti jalan, umumnya jarak lebih jauh. Misal mengunakan tripod dan kamera dibawah satu langkah untuk 1 frame foto.

Perbedaan Timelapse dan Hyperlapse

timelapse photography

Timelapse

Posisi kamera lebih umum berada diam di satu tempat, kecuali arah kamera yang berubah seperti mengarah ke kiri atau kekanan. Serta bergerak perlahan yang ditopang sebuah slider. Targetnya objek seperti pemandangan, awan, bintang, galaksi, arsitek, objek kerumuman dengan satu tempat yang menarik di abadikan.

Dasarnya, objek di timelapse adalah satu bidang sudut gambar misal pergabungan gunung dengan gerakan awan, objek orang di sebuah tempat.

Timelapse lebih umum berada di satu posisi baik dengan tripod diam, mengunakan slider, timer rotasi dan kamera tidak akan jauh bergerak di sekitarnya. Karena yang diabadikan adalah objek yang bergerak. Contoh gerakan awan, perubahan cahaya matahari dari sore ke malam, pergerakan galaksi di atas langit ketika keluar dari garis horizon.

Film dibuat dari urutan foto diam. Namun, teknik Hyperlapse menjadi lebih rumit, karena objek yang diabadikan diambil dengan kamera yang terus berpindah tanpa banyak mengeser point objek utama yang diabadikan. Secara teknik Hyperlapse jauh lebih sulit dibanding Timelapse.

Ada beberapa teknik Timelapse yang mengunakan posisi bergerak. Misal pilot merekam penerbangan selama 7 jam dari kamera, dan dibuat lah foto selama 7 jam perjalanan menjadi 2 menit saja. Atau merekam video Timelapse di atas kapal pesiar, kapal angkut di mana kapal bergerak tapi kamera mengarah diam ke arah depan kapal. Di sini kamera tetap diam di atas kokpit atau di dek kapal.

hyperlapse photography

Hyperlapse

Kamera yang bergerak tahap demi tahap. Bisa diletakan di atas tripod atau di atas kendaraan. Objek yang diarahkan dapat ke satu objek atau mengambil semuanya selama pergerakan kamera. Dan jaraknya dapat puluhan meter atau bahkan kilometer karena yang diabadikan tidak selalu satu objek.

Hyperlapse, objek bisa berpindah sesuai arah kamera yang bergerak. Bisa maju atau memutar sebuah objek yang diabadikan. Misal mengarahkan kamera ke sebuah gedung, tapi arah kamera seperti orang yang berjalan sambil melihat gedung tersebut atau mengitari sudut gedung bahkan maju ke arah gedung. Jadi kamera ikut bergerak, dan sudut kamera ikut bergerak lebih jauh.

Hyperlapse digunakan untuk foto atau merekam video di atas kendaraan, sepeda atau kendaraan lain. Nantinya kumpulan foto hyperlapse akan digabung menjadi satu foto. Misal kamu berkendara dari Senayan sampai Monas selama 20 menit. Dapat dibuat video lebih singkat seperti 1 menit video. Intinya kamera yang bergerak mengambil gambar.

Hyperlapse, mengunakan tripod tapi tripod tidak tinggal diam. Bila di atas kendaraan maka tripod adalah kendaraan itu sendiri. Objeknya, pemandangan di sepanjang jalan, pemandangan sebuah gedung dari sudut berbeda dan lainnya.

Hyperlapse kadang tidak memiliki objek khusus karena membuat foto di jalan, di mana kamera tinggal maju setiap 1 meter untuk 1 frame. Kamera dapat ditempatkan di atas tripod dan mengambil gambar setiap kali bergeser, atau merekam di atas kendaraan dan alat lainnya yang bergerak cepat. Dan mengabadikan suasana di pinggir jalan atau sudut gunung dari atas kendaraan dengan cepat.

Baca juga: Apa itu kode PUK? Dan Begini Cara Mendapatkan Kode PUK Telkomsel

Timelapse lebih umum mengabadikan objek

Bangunan, pemandangan, galaksi, keramaian di satu tempat. Dan fotografer membuat durasi 5, 10 atau 15 detik. Setelah itu berpindah ke objek lain. Dari setiap objek yang dibuat nantinya dikumpulkan menjadi sebuah video.

Misal seorang fotografer ingin mengabadikan lokasi galaksi Bima Sakti di Chile. Dia harus pergi kesana hanya untuk keinginan membuat foto galaksi di tempat paling gelap dekat teleskop VLT. Dan menunggu waktu pada malam hari.

Ada juga seorang fotografer menginap selama 3 hari di tengah hutan sendiri. Hanya untuk mengabadikan pemandangan di taman nasional Yosemite National Park Amerika. Hanya untuk mengabadikan matahari terbit atau terbenam.

Yang lain membuat sebuah kamera dengan durasi 10 menit tapi rekaman dilakukan selama 3 bulan. Contoh sebuah konstruksi bangunan yang sedang dibangun. Foto dibuat sejak pondasi gedung mulai dibangun sampai gedung selesai dibangun keseluruhan. Prosesnya bisa berbulan-bulan bahkan setahun.

Hyperlapse lebih umum bersama variasi berbagai objek

Bangunan tapi diambil sekelilingnya, seperti kamera yang di bawah memutar gedung, perjalanan selama perjalanan dengan kendaraan, mengabadikan sebuah jalan dengan jarak 500 meter di mana banyak objek yang dapat diabadikan dalam waktu singkat.

Kamu dapat membuat suasana pasar di Jogja Beringharjo, untuk mengabadikan kerumunan masyarakat di depan pasar sambil mengangkat kamera tahap demi tahap. Lalu berpindah mengabadikan keramaian di candi Borobudur dan seterusnya.

Baik hyperlapse dan timelapse sebenarnya hanya istilah.

Intinya membuat frame foto menjadi sebuah film, tapi dengan kamera seperti Action Cam, smartphone atau lebih umum kamera DSLR. Periodenya dapat singkat bila memiliki waktu, tapi beberapa fotografer membuat dalam waktu tahunan untuk mengumpulkan objek foto yang diabadikan. Intinya, bagaimana membuat video Timelapse dan Hyperlapse tersebut. Dan dari mana kita memulainya.

Tinggalkan Balasan